Persijatim (Sriwijaya) FC Double Trophy !

Februari 18, 2008

     Sriwijaya FC berdiri pada tahun 2004, yaitu ketika Syarial Oesman secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) pembelian Persijatim (Jakarta Timur) dari pemilik sebelumnya, M. Zein. Persijatim sendiri berdiri pada tahun 1976 dan sempat naik daun pada periode 1999-2002. Bintang Persijatim diantaranya adalah Michael Pao (pemain berdarah China-Amerika), Marthen Tao, Djet Donald La’ala, Ismed Sofyan, Indriyanto Nugroho, Mardiansyah. KOMPAS tertanggal 7 Juli 2000 pernah menyebut Persijatim sebagai tim ‘bergaya Perancis’. Akan tetapi, dukungan pendanaan yang kurang serta dianakemaskannya Persija Jakarta membuat Persijatim mengalami kebangkrutan.

      Niat Syarial Oesman untuk membeli Persijatim muncul selepas keberhasilan Provinsi Sumatera Selatan sebagai Tuan Rumah yang diikuti pula keberhasilan dalam berprestasi diajang Pesta Olahraga Terbesar tingkat Nasional (PON XVI). Gubernur Sumsel tersebut ingin membuktikan bahwa di pentas sepak bola nasional pun Sumatera Selatan dapat menunjukan “Taring Rimau” nya. Akhirnya setelah melalui proses yang cukup panjang dan melelahkan, pada tanggal 23 oktober 2004 dicapailah kata sepakat take over. Untuk selanjutnya Persijatim berganti nama menjadi Persijatim Sriwijaya Football Club (SFC).

     

       Kepindahan Persijatim ke Sumatera Selatan sebenarnya bukan yang pertama kali. Pada musim kompetisi 2003 Persijatim sempat pindah ground base ke Solo sehingga berganti nama menjadi Persijatim Solo FC. Pada musim 2000/2001 Persijatim juga pernah berganti nama menjadi Jakarta FC, mungkin sebagai brand untuk menyaingi Persija yang berada pada grup yang sama (barat). Kebiasan menggunakan tambahan FC berawal dari sini. Pada musim kompetisi berikutnya Jakarta FC dipindah ke grup timur dan kembali menggunakan nama Persijatim.

      Ketika bernama Persijatim Solo FC pada musim kompetisi 2003, prestasi Persijatim bahkan lebih baik dari Persib Bandung yang harus menjalani relegation play off. Persebaya dan PSMS malahan masih berjuang di di divisi satu. Ketika itu divisi utama Ligina hanya terdiri dari satu grup berjumlah 20 klub (pemberlakuan Liga Super sebenarnya bukan barang baru). Namun prestasi tersebut tidak bisa dipertahankan pada musim berikutnya dan drop hingga posisi 14. Musim berikutnya, Persijatim dibeli oleh Gubernur Sumatera Selatan dan akhirnya mencetak sejarah sebagai kesebelasan pertama yang mengawinkan gelar Copa Indonesia dengan Ligina pada tahun 2008 !   

Jalu Pradhono Priambodo

- warga Jakarta Timur -

Entry Filed under: Keseharian. Tag: , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

Februari 2008
S S R K J S M
     
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Most Recent Posts